Jumat, 21 April 2017

materi tentang keseimbangan asam basa




KESEIMBANGAN ASAM BASA
Aktivitas sel tubuh memerlukan keseimbangan asam basa, keseimbangan asam basa tersebut dapat diukur dengan pH (derajat keasaman). Dalam keadaan normal, nilai pH cairan tubuh 7,35-7,45. 
Keseimbangan asam basa dapat dipertahankan melalui proses metabolisme dengan sistem buffer pada seluruh cairan tubuh dann melalui pernapasan dengan sistem regulasi (pengaturan diginjal). Tiga macam sistem larutan buffer cairan tubuh yaitu larutan bikarbonat, larutan buffer fosfat, dan larutan buffer protein. Sistem buffer itu sendiri terdiri atas natrium bikarbonat (NaHCO3), kalium bikarbonat (KHCO3), dan asam karbonat (H2CO3).
Pengaturan keseimbangan asam basa dilakukan oleh paru-paru hingga nilai pH menjadi standar (normal) melalui pengangkutan kelebihan CO2 dan kelebihan H2CO3 dari darah yang dapat meningkatkan pH. Ventilasi dianggap memadai apabila suplei O2 seimbang dengan kebutuhan O2. Demikian juga dengan pembuangan CO2 melalui paru-paru yang harus seimbang dengan pembentukan CO2 agar ventilasi memadai. Ventilasi yang memadai dapat mempertahankan kadar PCO2 sebesar 40 mmHg.
Jika pembentukan CO2 metabolik meningkat, konsentrasinya dalam cairan ekstrasel juga meningkat. Sebaliknya, penurunan metabolisme memperkecil konsentrasi CO2. Jika kecepatan ventilasi paru-paru meningkat, kecepatan pengeluaran CO2 juga meningkat, dan ini menurunkan jumlah CO2 yang berkumpul dalam cairan ekstrasel. Peningkatan dan penurunan ventilasi alveolus akan memengaruhi pH cairan ekstra sel, peningkatan PaCO2 menurunkan pH, sebaliknya penurunan PaCO2 meningkatkan pH darah. Perubahan ventilasi alveolus juga akan mengubah konsentrasi ion H+ yang tinggi disebut asidosis. Sebaliknya pH yang tinggi, konsentrasi ion H+ rendah disebut alkalosis.
JENIS ASAM BASA
Cairan basa (alkali) digunakan untuk mengoreksi asidosis. Keadaan asidosis dapat disebabkan karena henti jantung dan koma diabetikum. Contoh cairan alkali antara lain natrium (sodium laktat) dan natrium bikarbonat. Laktat merupakan garam dari asam lemah yang dapat mengambil ion H+ dari cairan, sehingga mengurangi keasaman (asidosis). Ion H+ diperoleh dari asam karbonat (H2CO3), yang mana terurai menjadi HCO3- (bikarbonat) dan H+. Selain sistem pernapasan, ginjal juga berperan untuk mempertahankan keseimbangan asam basa yang sangat kompleks. Ginjal mengeluarkan ion hidrogen dan membentuk ion bikarbonat sehingga pH darah normal. Jika pH plasma turun dan menjadi lebih asam, ion hidrogen dikeluarkan dan bikarbonat dibentuk kembali.

                        GANGGUAN/MASALAH KESEIMBANGAN ASAM BASA
1.      Asidosis respiratorik
Suatu keadaan yang di sebabkan oleh karna kegagalan system pernapasan dalam membuang karbondioksida dari cairan tubuh.
2.      Asidosis metabolic
Suatu keadaan kehilangan basa atau terjadi penumpukan asam
3.      Alkalosis respiratorik
Suatu keadaan kehilangan CO2, dri paru-paru yang dapat menimbulkan terjadinya paCO2 arteri <35 mmHG, Ph >7,45
4.      Alkalosis metabolic
Suatu keadaan kehilangan ion hydogen atau penambahan cairan basa pada cairan tubuh dengan adanya peningkatan bikarbonat plasma >26 mEq/L dan Ph arteri >7,45.
KESIMPULAN
Pada dasarnya keseimbangan asam basa mengacu kepada pengaturan ketat konsentrasi ion hydrogen (H­­+) bebas di dalam cairan tubuh. Baik asidosis maupun alkalosis keduanya dipengaruhi oleh fungsi pernafasan dan metabolisme. Karena itu dikenal istilah asidosis respiratorik dan asidosis metabolik serta alkalosis respiratorik dan alkalosis metabolik. Asidosis respiratorik adalah gangguan keseimbangan asam-basa yang disebabkan oleh retensi CO2 akibat kondisi hiperkapnia.karena jumlah CO2 yang keluar melalui paru berkurang,terjadi peningkatan H2CO3 yang kemudian menyebabkan peningkatan (H+).Kondisi ini bisa disebabkan olleh banyak hal,diantaranya adalah penyakit paru,depresi pusat pernafasan,kerusakan saraf  atau otot yang menghambat kemampuan bernafas. Asidosis metabolik,dikenal juga dengan istilah asidosis non respiratorik,mancakup semua jenis asidosis yang bukan disebabkan oleh kelebihan  CO2 dalam cairan tubuh. Asidosis metabolik biasanya disebabkan oleh pengeluaran cairan kaya HCO3- secara berlebihan atau oleh penimbunan asam non karbonat.Kondisi tersebut merangsang pusat pernafasan untuk meningktkan frekuensi dan kedalaman nafas . Alkalosis respiratorik merupakan dampak utama pengeluaran CO2 berlebih akibat hiperventilasi.Kemungkinan penyebab alkalosis respiratorik adalah demam,kecemasan dan keracunan aspirin yang kesemuanya merangsang ventilasi yang berlebihan. Alkalosis metabolik adalah penurunan (reduksi) H+ plasma yang disebabkan oleh defisiensi relatife asam-asam non karbonat.Kondisi ini antara lain disebabkan oleh muntah yang teerus menerus dan ingesti obat-obat alkali.


REFERENSI
Horne, M. M & swearingen,P. L. (2000). Keseimbangan cairan,elektrolit, & Asam    Basa. (ed. 2). Jakarta :Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Tarwoto, W. (2003). Kebutuhan Dasar Manusia & Proses keperawatan. Jakarata :Salemba Medika.
Hidayat, Musrifatul, 2008. Keterampilan dasar praktik klinik untuk kebidanan. Jakarta: Salemba Medika.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar