Dimensi
Kefilsafatan Ilmu Kebidanan
Keberadaan
disiplin keilmuan kebidanan sama seperti keilmuan lainnya ditopang oleh
berbagai disiplin keilmuan yang telah jauh berkembang, sehingga dalam
perjalanan mulai dipertanyakan identitas dirinya sebagai satu disiplin keilmuan
yang mandiri. Yang sering dipertanyakan pada pengetahuan kebidanan (Midwifery Knowledge) terutama berfokus
kepada tubuh pengetahuan kebidanan untuk bereksistensi sebagai satu disiplin
keilmuan yang mandiri. Lebih lanjut sering dipertanyakan adalah ciri-ciri atau
karakteristik yang membedakan pengetahuan kebidanan dengan ilmu yang lain.
Berdasarkan
komponen hakekat ilmu, maka setiap cabang pengetahuan dibedakan dari jenis
pengetahuan lainnya berdasarkan apa yang diketahui (ontologi), bagaimana
pengetahuan tersebut diperoleh dan disusun (epistemologi) serta nilai mana yang
terkait dengan pengetahuan tersebut (aksiologi). Oleh karena serta itu
pengetahuan ilmiah mempunyai landasan ontologi, epistemologi dan aksiologi yang
spesifik bersifat ilmiah. Artinya suatu pengetahuan secara umum dikelompokkan
sebagai pengetahuan ilmiah apabila dapat memenuhi persyaratan ontologi,
efistemologi dan aksiologi keilmuan.
Dimensi
kefilsafatan keilmuan secara lebih rinci dapat dibagi menjadi tiga tingkatan karakteristik,
yaitu:
a.
Bersifat universal artinya berlaku untuk seluruh
disiplin yang bersifat keilmuan.
b.
Bersifat generik artinya mencirikan segolongan
tertentu dari pengetahuan ilmiah
c.
Bersifat spesifik artinya memiliki ciri-ciri yang khas
dari sebuah disiplin ilmu yang membedakannya dengan ilmu disiplin yang lain.
3. Tubuh
Pengetahuan Kebidanan
Disiplin
keilmuan kebidanan mempunyai karakteristik dan spesifikasi baik objek forma
maupun objek materia. Objek forma disiplin keilmuwan kebidanan adalah cara
pandang yang berfokus pada ojek penelaahan dalam batas ruang lingkup tertentu.
Objek forma dari disiplin keilmuawan kebidanan adalah mempertahankan status
kesehatan reproduksi termasuk kesejahteraan wanita sejak lahir sampai masa tuanya
(late menopause) termasuk berbagai
implikasi dalam siklus kehidupannya.
Objek materi
disiplin keilmuwan kebidanan adalah substansi dari objek penelaahan dalam
lingkup tertentu. Objek materia dalam disiplin keilmuwan adalah janin, bayi
baru lahir, bayi dan anak bawah lima tahun (balita) dan wanita secara utuh/
holistik dalam siklus kehidupannya (kanak-kanak, pra remaja, remaja, dewasa
muda, dewasa, lansia dini dan lansia lanjut) yang berfokus kepada kesehatan
reproduksi.
Berdasarkan
pikiran dasar, objek forma dan ojek materia, disusunlah tubuh pengetahuan
kebidanan (body of knowledge) yang
dikelompokkan menjadi empat:
a.
Ilmu dasar
Anatomi, Psikologi, Mikrobiologi dan Parasitologi, Patofisiologi, Fisika,
dan Biokimia.
b.
Ilmu-ilmu sosial
Pancasila dan Wawasan nusantara, Bahasa Inggris, Antopologi, Administrasi
dan Kepemimpinan, Pendidikan (prinsip belajar dan mengajar), Bahasa Indonesia,
Sosiologi, Psikologi, Ilmu Komunikasi, dan Humaniora.
c.
Ilmu terapan
Kedokteran, Farmakologi, Epidemiologi, Statistik, Teknik Kesehatan Dasar,
Paradigma Sehat, Ilmu Gizi, Hukum Kesehatan, Kesehatan Masyarakat, dan Metode
Riset.
d.
Ilmu kebidanan
Ø Dasar-dasar kebidanan (perkembangan kebidanan,
registrasi dan organisasi, organisasi profesi dan peran serta fungsi bidan)
Ø Teori dan model konseptual kebidanan
Ø Siklus kehidupan wanita
Ø Etika kebidanan
Ø Pengantar kebidanan profesionalisme (Konsep Kebidanan,
Definisi dan Lingkup Kebidanan, dan Manajemen Kebidanan)
Ø Teknik dan prosedur kebidanan
Ø Asuhan kebidanan dalam kaitan kesehatan reproduksi
(berdasarkan siklus kehidupan manusia dan wanita)
Ø Tingkat dan jenis pelayanan kebidanan
Ø Legislasi kebidanan
Ø Praktik klinik kebidanan
(http://wonderfulmidwife.blogspot.co.id/2013/04/definisi-bidan-dan-filosofi-dalam.html?m=1)
2.7.2
Dimensi Kefilsafatan Ilmu Kebidanan
Keberadaan
disiplin keilmuan kebidanan sama seperti keilmuan lainnya ditopang oleh
berbagai disiplin keilmuan yang telah jauh berkembang, sehingga dalam
perjalanannya mulai di pertanyakan identitas dirinya sebagai suatu disiplin
keilmuan yang mandiri. Lebih lanjut sering di pertanyakan adalah ciri-ciri atau
karakteristik yang membedakan pengetahuan kebidanan dengan ilmu yang lain.
Dimensi
kefilsafatan keilmuan secara lebih rinci dapat dibagi menjadi tingkatan
karakteristik yaitu :
- Bersifat universal artinya berlaku untuk seluruh disiplin ilmu yang bersifat keilmuan
- Bersifat generic artinya mencirikan segolongan tertentu dari pengetahuan ilmiah.
- Bersifat spesifik artinya memiliki ciri – ciri yang khas dari sebuah disiplin ilmu yang membedakannya dari disiplin keilmuan yang lain.
Secara
khusus setiap disiplin keilmuan mempunyai objek formal dan objek material
mengenai wujud yang menjadi fokus penelaahannya, objek forma merupakan cara
pandang terhadap sesuatu, sedangkan objek material merupakan substansi dari
objek tertentu. Setiap disiplin keilmuan yang mandiri mempunyai objek forma dan
objek material yang berbeda dengan disiplin ilmu lain. Dan ini menjadi kriteria
untuk menilai keberadaan suatu disiplin ilmu yang mandiri.
Pemikiran
dasar dalam ilmu kebidanan adalah memberdayakan seluruh kemampuan wanita untuk
menghimpun kekuatan dalam dirinya dalam upaya proses reproduksi yang meliputi
kehamilan, kelahiran, nifas dan perawatan anak.
2.7.3 Tubuh
Pengetahuan Kebidanan
Disiplin
keilmuan kebidanan mempunyai karekteristik dan spesifikasi baik objek forma
maupun objek material. Objek forma dari disiplin ilmu kebidanan adalah mempertahankan
status kesehatan reproduksi termasuk kesejahteraan wanita sejak lahir sampai
masa tuanya ( menopause ) termasuk berbagai implikasi dalam siklus
kehidupannya. Objek material dari disiplin ilmu kebidanan adalah janin, bayi
baru lahir dan anak di bawah lima tahun ( balita ) dan wanita secara utuh atau
holistik dalam siklus kehidupannya ( kanak – kanak, pra-remaja, remaja, dewasa
muda, dewasa, lansia dini dan lansia lanjut ) yang berfokus pada kesehatan
reproduksi.
Berdasarkan
pemikiran dasar objek forma dan objek material disusunlah tubuh pengetahuan
kebidanan ( body of midwifery knowledge ) yang dikelompokkan menjadi empat
yaitu :
- Ilmu Dasar
Antara lain
anatomi, fisiologi, mikrobiologi dan parasitologi, patofisiologi, fisika dan
biokimia.
- Ilmu – Ilmu Sosial
Antara lain
pancasila dan wawasan nusantara, bahasa indonesia, bahasa inggris, sosiologi,
antropologi, psikologi, administrasi dan kepemimpinan, ilmu komunikasi,
humaniora dan pendidikan ( prinsip belajar dan mengajar ).
- Ilmu Terapan
Kedokteran,
farmakologi, epidemiologi, statistik, teknik kesehatan dasar/keperawatan dasar,
paradigma sehat, ilmu gizi, hukum kesehatan, kesehatan masyarakat, metode
riset.
- Ilmu Kebidanan
Dasar-dasar
kebidanan ( perkembangan kebidanan, registrasi dan organisasi profesidan peran
serta fungsi bidan ), teori dan model konseptual kebidanan, siklus kehidupan
wanita, etika dan etiket kebidanan, pengantar kebidanan profesional ( konsep
kebidanan, definisi dan lingkup kebidanan dan menejemen kebidanan ), teknik dan
prosedur kebidanan, asuhan kebidanan dalam kaitan kesehatan reproduksi (
berdasarkan siklus kehidupan manusia dan wanita ), tingkat dan jenis pelayanan
kebidanan, legislasi kebidanan dan praktek klinik kebidanan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar