MOLA HIDATIDOSA
A.
Pengertian
Mola Hidatidosa
Mola Hidatidosa adalah suatu
kehamilan dimana hasil konsepsi tidak berkembang menjadi embrio,tetapi terjadi
proliferasi dari vili korialis disertai dengan degenarasi hidropik.
Jenis
Mola Hidatidosa:
1.
Mola Hidatidosa Komplit
Mola Hidatidosa komplit secara komplit
secara keseluruhanmerupakan vesikal.Pada kasus Mola Hidatidosa komplet
(CHM,complete hydatidorm mole,)seluruh gen kehamilan berasal dari ayah ,umumnya
dengan jumlah diploid 46,XX ,tanpa ada jaringan janin terlihat.
2. Mola
Hidatidosa Sebagian
Mola
Hidatidosa sebagian terdapat janin yang tidak hidup atau cairan amnion.Pada
kasus Mola Hidatidosa sebagian,kehamilan terdiri dari 3 unsur gen(misal
XXY,jumlah 69)disertai perubahan villus dan jaringan janin.Villi plasenta
menjadi massa brupa vesikel yang berasal dari jaringan tipis pedikula,yang
menggantung berkelompok menyerupai rangkaian anggur.
Kehamilan Mola Hidatidosa biasanya dianggap
sebagai suatu tumor jinak,tetapi berpotensi menjadi ganas.Kondisi ini sering
sekali berkembang menjadi tumor yang sangat ganas yang sering disebut koriokarsinoma.Angka insiden mola
hidatidosa secara keseluruhan mencapai kurang lebih 1,5 dalam 1000 kehamilan.Risiko
meningkat pada wanita Asia.Angka insiden ini 10 kali lebih tinggi pada wanita hamil yang berusia
lebih dari 45 tahun.Hal ini mengindikasikan bahwa kehamilan mola lebih sering
terjadi pada kehamilan menjelang akhir siklus masa subur.
B. Tanda dan Gejala Kehamilan Mola
Hidatidosa:
1.
Mual muntah yang menetap ,sering kali
menjadi parah
2.
Perdarahan uterus yang terlihat pada
minggu ke 12 bercak darah atau perdarahan hebat munkin terjadi tetapi biasanya hanya
berupa rabas bercampur darah ,cenderung berwarna merah daripada coklat yang
terjadi secara intermiten atau terus menerus.
3.
Ukuran uterus besar untuk usia
kehamilan(terjadi kurang lebih 1/3 kasus)
4.
Ovarium biasanya nyeri saat di tekan dan
membesar(theca lutein cysts)
5.
Tidak ada denyut nadi janin
6.
Tidak ada aktivitas janin
C.
Penatalaksanaan
Kehamilan Mola Hidatidosa
Prinsip
penatalaksanaan mola adalah dengan evakuasi dan evaluasi:
1.
Setelah diagnosis ditegakkan,harus
segera dilakukan vakum kuret
2.
Pemeriksaan tindak lanjut setelah
kuretase perlu dilakukan mengingat adanya kemungkinan keganasan setelah mola
hidatidosa.Kadar HCG dipantau hingga minimal 1 tahun pasca kuretase.Kadar yang
menetap atau meninggi setelah 8 minggu pasca kuretase menunjukkan masih
terdapat trofoblas aktif.
3.
Penundaan kehamilan sampai 6 bulan
setelah kadar bHcG normal.
4.
Mola Hidatidosa dengan resiko tinggi
harus diberikan kemoterapi
BAB
III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Kehamilan
Ektopik adalah kehamilan yang terjadi di luar rongga rahim(kavum uteri).Istilah
ektopik berasal dari bahasa inggris yaitu ectopicdengan
akar kata dari bahasa Yunani ,toposyang berarti tempat.Jadilah istilah ektopik
dapat diartikan sebagai”berada di luar tempat yang semestinya”.
Mola
Hidatidosa adalah suatu kehamilan dimana hasil konsepsi tidak berkembang
menjadi embrio,tetapi terjadi proliferasi dari vili korialis disertai dengan
degenarasi hidropik.
B. SARAN
Setelah membaca makalah ini,
diharapkan kepada para pembaca agar menyampaikan kepada masyarakat lainnya akan
pentingnya pemeriksaan antenatar care
secara rutin terutama kepada para ibu hamil dengan menjelaskan resiko apa yang
bisa terajadi bila tidak mengikuti anjuran.
REFERENSI
Fadlun
Feryanto, Achmad. 2011. Asuhan Kebidanan Patologis. Jakarta : Salemba Medika.
Varney
helen, Jan M.Kriebs, Carolyn L. Gegor, 2006. Buku ajar asuhan kebidanan.
Jakarta: EGC.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar