Sabtu, 11 Maret 2017

Mola Hidatidosa



MOLA HIDATIDOSA
A.    Pengertian Mola Hidatidosa
Mola Hidatidosa adalah suatu kehamilan dimana hasil konsepsi tidak berkembang menjadi embrio,tetapi terjadi proliferasi dari vili korialis disertai dengan degenarasi hidropik.
Jenis Mola Hidatidosa:
1.      Mola Hidatidosa Komplit
Mola Hidatidosa komplit secara komplit secara keseluruhanmerupakan vesikal.Pada kasus Mola Hidatidosa komplet (CHM,complete hydatidorm mole,)seluruh gen kehamilan berasal dari ayah ,umumnya dengan jumlah diploid 46,XX ,tanpa ada jaringan janin terlihat.
2.      Mola Hidatidosa Sebagian
Mola Hidatidosa sebagian terdapat janin yang tidak hidup atau cairan amnion.Pada kasus Mola Hidatidosa sebagian,kehamilan terdiri dari 3 unsur gen(misal XXY,jumlah 69)disertai perubahan villus dan jaringan janin.Villi plasenta menjadi massa brupa vesikel yang berasal dari jaringan tipis pedikula,yang menggantung berkelompok menyerupai rangkaian anggur.
Kehamilan Mola Hidatidosa biasanya dianggap sebagai suatu tumor jinak,tetapi berpotensi menjadi ganas.Kondisi ini sering sekali berkembang menjadi tumor yang sangat ganas yang sering disebut koriokarsinoma.Angka insiden mola hidatidosa secara keseluruhan mencapai kurang lebih 1,5 dalam 1000 kehamilan.Risiko meningkat pada wanita Asia.Angka insiden ini 10 kali  lebih tinggi pada wanita hamil yang berusia lebih dari 45 tahun.Hal ini mengindikasikan bahwa kehamilan mola lebih sering terjadi pada kehamilan menjelang akhir siklus masa subur.


B.     Tanda dan Gejala Kehamilan Mola Hidatidosa:
                                          1.            Mual muntah yang menetap ,sering kali menjadi parah
                                          2.            Perdarahan uterus yang terlihat pada minggu ke 12 bercak darah atau perdarahan hebat munkin terjadi tetapi biasanya hanya berupa rabas bercampur darah ,cenderung berwarna merah daripada coklat yang terjadi secara intermiten atau terus menerus.
                                          3.            Ukuran uterus besar untuk usia kehamilan(terjadi kurang lebih 1/3 kasus)
                                          4.            Ovarium biasanya nyeri saat di tekan dan membesar(theca lutein cysts)
                                          5.            Tidak ada denyut nadi janin
                                          6.            Tidak ada aktivitas janin
C.    Penatalaksanaan Kehamilan Mola Hidatidosa
Prinsip penatalaksanaan mola adalah dengan evakuasi dan evaluasi:
                                          1.            Setelah diagnosis ditegakkan,harus segera dilakukan vakum kuret
                                          2.            Pemeriksaan tindak lanjut setelah kuretase perlu dilakukan mengingat adanya kemungkinan keganasan setelah mola hidatidosa.Kadar HCG dipantau hingga minimal 1 tahun pasca kuretase.Kadar yang menetap atau meninggi setelah 8 minggu pasca kuretase menunjukkan masih terdapat trofoblas aktif.
                                          3.            Penundaan kehamilan sampai 6 bulan setelah kadar bHcG normal.
                                          4.            Mola Hidatidosa dengan resiko tinggi harus diberikan kemoterapi





                                                                        BAB III
                                                                     PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Kehamilan Ektopik adalah kehamilan yang terjadi di luar rongga rahim(kavum uteri).Istilah ektopik berasal dari bahasa inggris yaitu ectopicdengan akar kata dari bahasa Yunani ,toposyang berarti tempat.Jadilah istilah ektopik dapat diartikan sebagai”berada di luar tempat yang semestinya”.
Mola Hidatidosa adalah suatu kehamilan dimana hasil konsepsi tidak berkembang menjadi embrio,tetapi terjadi proliferasi dari vili korialis disertai dengan degenarasi hidropik.
B.     SARAN
Setelah membaca makalah ini, diharapkan kepada para pembaca agar menyampaikan kepada masyarakat lainnya akan pentingnya  pemeriksaan antenatar care secara rutin terutama kepada para ibu hamil dengan menjelaskan resiko apa yang bisa terajadi bila tidak mengikuti anjuran.


REFERENSI
Fadlun Feryanto, Achmad. 2011. Asuhan Kebidanan Patologis. Jakarta : Salemba Medika.
Varney helen, Jan M.Kriebs, Carolyn L. Gegor, 2006. Buku ajar asuhan kebidanan. Jakarta: EGC.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar