ADAPTASI
PSIKOLOGI
Adaptasi
psikologi merupakan proses penyesuaian secara psikologi akibat stresor yang
ada, dengan memberikan mekanisme pertahanan dari dengan harapan dapat
melindungi atau bertahan diri dari serangan atau hal-hal yang tidak
menyenangkan. Dalam adaptasi secara psikologis terdapat dua cara untuk
mempertahankan diri dari berbagai stresor yaitu dengan cara melakukan koping
atau penanganan diantaranya berorientasi pada tugas (task oriented) yang
dikenal dengan problem solving strategi dan ego oriented atau mekanisme
pertahanan diri.
Adaptasi Psikologis
Emosi kadang dikaji secara langsung
atau tidak langsung dengan mengamati perilaku klien. Stress mempengaruhi
kesejahteraan emosional dalam berbagai cara. Ketiga karakteristik ini adalah
media terhadap stress, meliputi rasa kontrol terhadap peristiwa kehidupan,
komitmen terhadap aktivitas yang berhasil, dan antisipasi dari tantangan
sebagai suatu kesempatan untuk pertumbuhan (Wiebe dan Williams, 1992 ;
Tarstasky, 1993).
Pada
adaptasi psikologi ada tiga tahap yaitu:
1.
tahap
alarm reaction adalah tahap awal dari proses adaptasi tahap ini di awali dengan
keseimbangan dimana terjadi perubahan psikologis yaitu pengeluaran hormon oleh hipotalamus yang dapat dapat menyebabkan
kelenjar adrenalin yang dapat meningkatkan denyut jantung dan menyebabkan
pernafasan menjadi lebih cepat dan dangkal kemudian hipotalamus juga dapat
melepaskan hormon ACTH ( adrenol kortikotropik) yang dapat merangsang adrenal
untuk mengeluarkan kortikosteroid yang akan mempengaruhi fungsi tubuh.
2.
tahap
resistensi( stage of resistance) merupakan tahap kedua dimana tubuh akan
melakukan proses penyesuaian dengan mengadakan berbagai perubahan dalam tubuh
yang berusaha untuk mengatasi stressor yang ada seperti jantung bekerja lebih
keras, untuk mendorong darah yang pekat untuk melewati arteri dan vena yang
menyempit.
3.
tahap
terakhir ( stage of exhaustion) tahap ini dapat ditandai dengan adanya
kelelahan, dan apabila selama proses adaptasi tidak mampu mengatasi stresor
yang ada, maka dapat menyebar keseluruh tubuh efeknya dapat menyebabkan
kematian tergantung stressor yang ada.
Indikator
emosional / psikologi dan perilaku stress :
·
Ansietas
·
Depresi
·
Kepenatan
·
Peningkatan
penggunaan bahan kimia
·
Perubahan
dalam kebiasaan makan, tidur, dan pola aktivitas
·
Perasaan
tidak adekuat
·
Kehilangan
harga diri
·
Peningkatan
kepekaan
·
Kehilangan
motivasi
·
Ledakan
emosional dan menangis.
·
Penurunan
produktivitas dan kualitas kinerja pekerjaan.
·
Kecenderungan
untuk membuat kesalahan (mis. buruknya penilaian).
·
Mudah
lupa dan pikiran buntu
·
Kehilangan
perhatian terhadap hal-hal yang rinci.
·
Preokupasi
(mis. mimpi siang hari )
·
Ketidakmampuan
berkonsentrasi pada tugas.
·
Peningkatan
ketidakhadiran dan penyakit
Macam-Macam Respons Terhadap Stress
Komponen Psikologi
Pemajanan terhadap stresor mengakibatkan
respons adaptasi psikologis dan fisiologis. Perilaku adaptif psikologis dapat
konstruktif atau destruktif. Perilaku konstruktif membantu individu menerima
tantangan untuk menyelesaikan konflik. Sedangkan perilaku destruktif
mempengaruhi orientasi realitas, kemampuan pemecahan masalah, keperibadian, dan
situasi yang sangat berat, kemampuan untuk berfungsi. Perilaku adapatif
psikologis juga disebut sebagai mekanisme koping yang dibagi menjadi (2) yaitu
:
a.
Taks
Oriented Behavior
Perilaku berorientasi tugas mencakup
penggunaan kemampuan kognitif untuk mengurangi stress, memecahkan masalah,
menyelesaikan konflik dan memenuhi kebutuhan (Stuart & Sundeen, 1991).
Perilaku berorientasi tugas memberdayakan seseorang untuk secara realistic
menghadapi tuntutan stressor.
b.
Ego Dependen
Mekanisme
Mekanisme pertahanan ego yang
pertama kali diuraikan oleh Sigmund Freud adalah perilaku tidak sadar yang
memberikan perlindungan psikologis terhadap peristiwa yang menegangkan.
Mekanisme ini digunakan oleh setiap orang dan membantu melindungi terhadap
perasaan tidak berdaya dan ansietas. Kadang mekanisme pertahanan diri dapat
menyimpang dan tidak lagi mampu untuk membantu seseorang dalam mengadaptasi
stressor.
Adaptasi psikologis bisa terjadi
secara :
a)
Sadar,
individu mencoba memecahkan atau menyesuaikan diri dengan masalah
b)
Tidak
sadar , menggunakan mekanisme pertahanan diri (defence mechanism)
c)
Menggunakan
gejala fisik atau psikofisiologik/psikosomatik.
Apabila seseorang mempunyai kesulitan atau hambatan dalam beradaptasi, baik berupa tekanan, perubahan, maupun ketegangan emosi dapat menimbulkan stress.
Apabila seseorang mempunyai kesulitan atau hambatan dalam beradaptasi, baik berupa tekanan, perubahan, maupun ketegangan emosi dapat menimbulkan stress.
Komponen
psikologis
Dalam
proses adaptasi secara psikologis terhadap dua cara untuk mempertahankan diri
yaitu dengan melakukan koping atau mekanisme pertahanan diri.
KOPING
adalah
proses yang dilalui oleh induvidu dalam melakukan situasi stressfull. Koping
merupakan respon induvidu terhadap situasi yang mengancam dirinya baik fisik
maupun psikologik. Koping efektip menghasilkan adaptasi yang menetap yang
membiasakan kebiasaan baru dan perbaikan dalam situasi yang lama, sedangkan
koping yang tidak efektif berakhir dengan maladaftif yaitu perilaku yang
menyimpang dan dapat merugikan diri sendiri orang lain maupun diri sendiri.
koping
psikologis
pada
umumnya gejala yang ditimbulkan akibat sress psikologis tergantung pada 2
faktor yaitu:
Ø bagaimana
persepsi atau penerimaan induvidu terhadaap stressor artinya seberapa berat
ancaman yang dirasakan terhadap induvidu tersebut terhadap stressor yang di
terimanya.
Ø Keefektifan
starategi koping yang digunakan oleh induvidu.
Metode koping
Ada
2 metode koping yang digunakan oleh individu dalam mengatasi masalah psikologis
seperti yang di temukan oleh bell ( 1977)
Dua
metode tersebut antara lain :
a)
metode koping
jangka panjang
cara
ini adalah konstruktif dan merupakan cara yang efektif dan realitis dalam
menangani masalah psikologis untuk kurun waktu yang lama contohnya adalah:
berbicara
dengan orang lain ”curhat”, mencoba mencari lebih bannyak tentang masalah yang
sedang di hadapi, melakukan latihan pisik untuk mengurangi ketegangan masalah
membuat
berbagai anternatif tindakan untuk mengurangi situasi, mengambil pelajara dari
peristiwa atau pengalaman masa lalu
b)
metode koping
jangka pendek
cara
ini digunakan untuk mengurangi ketegangan psikologis tapi efektif bila di gunakan
dalam jangka panjang. Contohnya adalah:
menggunakan
alkohol atau obat-obatan, melamun dan berfantasi, menangis, banyak tidur, banyak
merokok, beralih pad aktifitas lain agar dapat melupakan masalah dll.
pada
tingkat keluarga koping yang dilakukan dalam menghadapi masalah seperti yang di
temukan oleh Mc cubbin (1979) adalah:
ü mencari dukungan
sosial seperti minta bantuan keluarga, teman-teman
ü mencari dukungan
spritual, berdoa, menemui pemuka agama atau aktif pada pertemuan ibdah dll.
DAFTAR PUSTAKA
(1) Erika, Janny. 2011. Adaptasi.
Dalam http://jannyerika-mkes.blogspot.com/2011/06/adaptasi.html
diakses 23 Januari 2013.
(3) http://wwwnursekep.blogspot.com/2011/12/makalah-stress-dan-adaptasi.html diakses 23
Januari 2013.
(4) Inside, Bayu. 2010. Stress
dan Adaptasi. Dalam http://bayu-inside.blogspot.com/2011/10/stres-dan-adaptasi.html
diakses 23 Januari 2013.
http://ranrintansnote.blogspot.com/2013/06/psikologi-emosi-dan-stress-adaptasi_9.html
http://suhammadiyahpringsewu.blogspot.com/2012/09/kosep-stres-dan-adaptasi.htmlhttp://stikesmuhammadiyahpringsewu.blogspot.com/2012/09/kosep-stres-dan-adaptasi.html
http://ranrintansnote.blogspot.com/2013/06/psikologi-emosi-dan-stress-adaptasi_9.html
http://suhammadiyahpringsewu.blogspot.com/2012/09/kosep-stres-dan-adaptasi.htmlhttp://stikesmuhammadiyahpringsewu.blogspot.com/2012/09/kosep-stres-dan-adaptasi.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar