Minggu, 26 Februari 2017

SISTEM KARDIOVASKULER



KATA PENGANTAR

Syukur alhamdulillah kami ucapkan kehadirat TUHAN YME karena rahmat dan karunia – Nya kami dapat menyusun Tugas ini dalam bentuk makalah SISTEM KARDIOVASKULAR .
Dalam penulisan ini, kami sangat menyadari bahwa masih banyak kekurangan. Oleh sebab itu, kami mohon pembaca untuk memberikan saran dan kritik yang bersifat membangun untuk membantu kami dalam menyelesaikan tugas ini sehingga lebih sempurna di masa yang akan datang.
Dalam hal penulisan ini kami menyadari akan adanya kekurangan dalam tugas ini di karenakan waktu,tenaga, pengetahuan dan pengalaman yang sebasar-besarnya.
Semoga tugas yang kami buat ini dapat bermanfaat di masa sekarang dan masa yang akan datang atas segala perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Yogyakarta, 01 oktober 2016

Penulis




DAFTAR ISI
Kata Pengantar..............................................................................................              1
Daftar Isi.........................................................................................................              2
BAB I PENDAHULUAN                                                                                                 
1.      Latar Belakang.................................................................................................        3
2.      Rumusan Masalah..............................................................................................      3
3.      Tujuan............................................................................................................          3
4.      Metode...............................................................................................................      3
BAB II PEMBAHASAN
1.      Anatomi sistem kardiovaskuler...................................................                             4
2.      Fisiologi sistem kardiovaskuler...................................................................             4
3.      Biofisika sistem kardiovaskuler                                                                               4
4.      Biokimia sistem kardiovaskuler                                                                               4                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          c      
BAB III PENUTUP
Kesimpulan.......................................................................................................             6
Saran                                                                                                                              7
Daftar Pustaka...............................................................................................              7
Gambar                                                                                                                         8














BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Sistem kardiovaskular merupakan sistem yang menjelaskan proses sirkulasi yang terjadi di dalam tubuh manusia. Berdasarkan lintasan sirkulasi,ada 3 macam sirkulasi dalam tubuh manusia,sirkulasi sistemik,sirkulasi paru,dan sirkulasi khusus (sirkulasi pada janin,sirkulasi koroner jantung). Sirkulasi tidak hanya menjelaskan tentang sirkulasi darah saja tetapi juga ada sirkulasi cairan limfe yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh dan pengaturan keseimbangan cairan di ruang interstisial.
Sistem kardiovaskuler terdiri dari : jantung , pembuluh darah (vena dan arteri), pembuluh limfe dan darah. Jantung merupakan salah satu organ tubuh manusia yang sangat penting karena mempunyai fungsi sangat penting untuk kelangsungan hidup manusia yaitu memompa darah ke jaringan, menyuplai oksigen dan zat nutrisi lain sambil mengangkut karbondioksida dan sampah hasil metabolisme.
Jantung berfungsi memompa darah untuk menyediakan oksigen,nutrien dan hormone ke seluruh tubuh serta mengangkut sisa metabolisme ke seluruh tubuh  seperti karbondioksida,asam urat dan ureum. Untuk menjalankan fungsinya sebagai pompa,jantung dapat berkontraksi dan berlelaksasi. Proses kontraksi dan relaksasi jantung dikenal sebagai denyut jantung. Pada saat berdenyut,setiap ruang jantung  mengendur dan terisi darah,selanjutnya jantung berkontraksi dan memompa dalam keluar dari jantung.
Sedangkan pembuluh darah berfungsi sebagai saluran untuk mendistribusikan darah dari jantung ke semua bagian tubuh dan mengembalikannya kembali ke jantung . Dan darah sebagai medium transportasi dimana darah akan membawa oksigen dan nutrisi. Sedangkan sistem saluran limfe berhubungan erat dengan sistem sirkulasi darah. Darah meninggalkan jantung melalui arteri dan dikembalikan melalui vena. Sebagian cairan yang meninggalkan sirkulasi dikembalikan melalui saluran limfe, yang merembes dalam ruang-ruang jaringan. Sistem kardiovaskuler sangat memegang peranan penting bagi tubuh manusia, makadari itu kita perlu mengetahui bagian-bagian serta manfaat dari sistem kardiovaskuler.

B.     Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas, masalah  yang dapat kami kaji dalam makalah ini diantaranya:
1.      Bagaimana anatomi pada sistem kardiovaskuler?
2.      Bagaimana fisiologi pada sistem kardiovaskuler?
3.      Bagaimana proses biofisika pada sistem kardiovaskuler?
4.      Bagaimana proses biokimiawi pada sistem kardiovaskuler?

C.    Tujuan Penulisan
Dalam pembuatan tugas ini, adapun tujuan yang hendak dicapai penulis yaitu:
1.      Untuk mengetahui anatomi pada sistem kardiovaskuler.
2.      Untuk mengetahui fisiologi pada sistem kardiovaskuler.
3.      Untuk mengetahui proses biofisika pada sistem kardiovaskuler.
4.      Untuk mengetahui proses biokimiawi pada sistem kardiovaskuler.

D.    Metode Penulisan
Metode yang kami gunakan dalam menulis makalah ini, yaitu :
1.      Metode Kepustakaan
Adalah metode pengumpulan data yang digunakan penulis dengan mempergunakan buku atau refrensi yang berkaitan dengan masalah yang sedang dibahas.
2.      Metode Media Informatika
Adalah metode dengan mencari data melalui situs-situs di internet.










BAB II
PEMBAHASAN

1.      Anatomi Sistem Kardiovaskuler
1.       Anatomi Sistem Jantung
 

Gambar 1. Anatomi system Jantung
Jantung merupakan organ muscular berongga, bentuknya menyerupai pyramid atau jantung pisang yang merupakan pusat sirkulasi darah ke seluruh tubuh, terletak dalam rongga toraks pada bagian mediastinum. Ujung jantung mengarah kebawah, ke depan bagian kiri: Basis jantung terdapat aorta batang nadai paru pembuluh balik atas dan bawah dan pembuluh paru.
Hubungan jantung dengan alat sekitarnya:
a.       Dinding depan berhubungan dengan sternum  dan kartilago kostalis tinggi kosta III-I.
b.      Samping berhubungan dengan paru dan fasies mediastilais.
c.       Atas setinggi torakal IV dan servikal II, berhubungan dengan aorta pulmonalis, bronkus dekstra, dan bronkus sinistra.
d.      Belakang alat-alat mediastinum posterior, esophagus, aorta desendens, vena azigosis, dan kolumna vertebra torakalis.
Bagian bawah berhubungan dengan diafragma.
Jantung difiksasi pada tempatnya agar tidak mudah berpindah tempat. Penyokong jantung utama adalah paru yang menekan jantung dari samping diafragma menyokong dari bawah, pembuluh darah besar yang keluar dan masuk jantung sehingga jantung tidak mudah berpindah. Factor yang memengaruhi kedudukan jantung:
a.       Faktor umur: pada usia lanjut alat-alat dalam rongga torak termasuk jantung agak turun ke bawah.
b.      Bentuk rongga dada: perubahan bentuk torak yang menetap misalnya penderita TBC menahun batas jantung menurun sedangkan pada asma torak melebar dan membulat.
c.       Letak diafragma: menyokong jantung dari bawah, jika terjadi penekanan diafragma kea ta akan mendorong bagian bawah jantung ke atas.
d.      Perubahan posisi tubuh: proyeksi jantung normal ditentukan oleh perubahan posisi tubuh, misalnya membungkuk, tidur miring ke kiri atau ke kanan.
Lapisan jantung terdiri dari:
1)      Perikardium
Lapisan yang merupakan kantong pembungkus jantung, terletak di dalam mediastinum minus, terletak di belakang korpus sterni dan rawan iga II-IV.
1)      Perikardium fibrosum (visceral): bagian kantong yang membatasi pergerakan jantung terikat ke bawah sentrum tendinium diafragma bersatu dengan pembuluh darah besar, melekat pada sternum melalui ligamentum sternoperikardial.
2)      Periakrdium serosum (parietal), dibagi menajdi dua bagian: perikardium parietalis membatasi perikardium fibrosum, sering disebut epikardium, dan perikardium visceral (kavitas perikardialis) yag mengandung sedikit cairan yang berfungsi melumas untuk mempermudah pergerakan jantung.
Diantara dua lapisan jantung ini terdapat lender sebagai pelican untuk menjaga agar pergesekan antara perikardium tersebut tidak menimbulkan gangguan terhadap jantung. Pada permukaan posterior jantung terdapat perikarium serosum sekitar vena-vena besar membentuk sinus obliges dan sinus tranfersus.
2)      Miokardium
Lapisan otot jantung menerima darah dari arteri koronaria. Arteri koronaria kiri bercabang menjadi arteri desending anterior dan arteri sirkumfleks. Arteri koronaria kanan memberikan darah untuk sinoatrial node, ventrikel kanan, permukaan diafragma ventrikel kanan. Vena koronaria mengembalikan darah ke sinus kemudian bersikulasi langsung ke dalam paru. Susunan miokardium:
1)      Susunan otot atria: sangat tipis dan kurang teratur, serabut-serabutnya disusun dalam dua lapisan. Lapisan luar mencakup kedua atria. Serabut luar ini paling nyata di bagian depan atria. Beberapa serabut masuk ke dalam septum atrioventrikular. Lapisan dalam teridri dari serabut-serabut berbentuk lingkaran.
2)      Susunan otot ventrikuler: membentuk bilik jantung dimulai dari cinicn atrioventikuler sampai ke apeks jantung.
3)      Susunan otot atrioventikular merupakan dinding pemisah antara serambi dan bilik (atrium dan ventrikel).

3)      Endokardium (permukaan dalam jantung)
Dinding dalam atrium diliputi oleh membrane yang mengilat, terdiri dari jaringan endotel atau selaput lender endocardium, kecuali aurikula dan bagian depan krista. Ke arah aurikula dari ujung bawah krista terminalis terdapat sebuah lipatan endocardium yang menonjol dikenal sebagai valvula vena kava inverior, berjalan di depan muara vena inferior menuju ke tepi disebut fosa ovalis. Antara atrium kanan dan ventrikel kanan terdapat hubungan melalui orifisium articular.
Bagian-bagian dari jantung:
1)      Basis kordis: bagian jantung sebelah atas yang berhubungan dengan pembuluh darah besar (aorta asendens, arteri pulmonalis/vena pulomnalis dan vena kava superior:, dibentuk oleh atrium sinistra dan sebagian atrium dekstra. Bagian posterior berbatasan dengan aorta desendens, esophagus, vena azigos, duktus torakalis, terdapat seitinggi vertebrae torakalis (vertebra ruas VIII)
2)      Apeks kordis: bagian bawah jantung berbentuk puncak kerucut tumpul. Bagian ini dibentuk oleh ujung ventrikel sinistra dan ventrikel dekstra. Bagian apek tertutupi oleh paru dan pleura sinistra dari dinding toraks.
Permukaan jantung (fascies kordis):
a.       Fascies sternokostalis: permukaan menghadap ke depan berbatasan dengan dinding depan toraks, dibentuk oleh atrium dekstra, ventrikel dekstra dan sedikit ventrikel sinistra.
b.      Fascies dorsalis: permukaan jantung mengahdap kebelakang, berbentuk segi empat berbatasan dengan mediastinum posterior, dibentuk oleh dinding atrium sinistra, sebagian atrium dekstra, dan sebagian kecil dinding ventrikel sinistra.
c.       Fascies diafragmatika: permukaan bagian bawah jantung yang berbatas dengan sternum tendinium dafragma dibentuk oelh dinding ventrikel sinistra dan sebagian kecil ventrikel dekstra.
Tepi jantung (margo kordis):
a.       Margo dekstra: bagian jantung tepi kanan membentang mulaii dari vena kava superior sampai ke apeks kordis, dibentuk oleh dinding atrium dekstra dan dinding ventrikel dekstra, memisahkan fascies sternokostalis dengan fascies diafragmatika sebelah kanan.
b.      Margo sinistra: bagian ujung jantung sebelah tepi membentang dari bagian bawah muara vena pulmonalis sinistra inferior sampai ke apeks kordis, dibentuk oleh dinding atrium sinistra (diatas) dan dinidng ventrikel sinistra (di bawah) memisahkan fascies sternokostalis dengan fascies diafragmatika sebelah kiri.
Alur permukaan jantung:
a.       Sulkus atrioventrikularis: mengelilingi batas bawah basis kordis, terletak diantara batas kedua atrium jantung dan kedua ventrikel jantung.
b.      Sulkuls longitudinalis anterior: alur ini terdapat pada fascies sternokostalis mulai dari celah di antara arteri polmonalis dengan aurikula sinistra, berjalan ke bawah menuju apeks kordis. Sulkus ini merupakan batas antara kedua ventrikel dari depan.
c.       Sulkus longitudinalis posterior: alur ini terdapat pada fascies diafragmatika kordis, muai dari sulkus koronarius sebelah kanan muara vena kava inferior menuju apeks kordis. Sulkus ini merupakan batas antara kedua ventrikel dari belakang bawah.
Ruang-ruang jantung:
a.       Atrium dekstra: terdiri dari rongga utama dan aurikula di luar, bagian dalamnya membentuk suatu rigi atau krista terminalis. Bagian utama atrium yang terletak posterior terhadap rigi terdapat dinding halus yang secara embriologis berasal dari sinus venosus. Bagian atrium yang terletak di depan rigi mengalami trabekulasi akibat berkas serabut otot yang berjalan dari krista terminalis.
1)      Muara pada atrium kanan:
a)      Vena kava superior: bermuara ke dalam bagian atas atrium kanan. Muara ini tidak mempunyai katub, mengembalikan darah dari separoh atas tubuh.
b)      Vena kava inferior: lebih besar dari vena kava superior, bermuara ke dalam bagian bawah atrium kanan, mengembalikan darah kejantung dari separoh badan bagian bawah.
c)      Sinus koronalis: bermuara ke dalam atrium kanan antara vena kava inferior dengan osteum ventrikulare, dilindungi oleh katub yang tidak berfungsi.
d)     Osteum atrioventrikuler dekstra: bagian anterior vena kava inferior dilindungi oleh vulva bikuspidalis. Di samping itu banyak bermuara vena-vena kecil yang mengalirkan darah dari dinding jantung ke dalam atrium kanan.
2)      Sisa-sisa fetal pada atrium kanan. Fossa ovalis dan annulus ovalis adalah dua struktur yang terletak pada septum interartrial yang memisahkan atrium kanan dengan atrium kiri. Fossa ovalis merupakan lekukan dangkal tempat foramen ovale pada vetus dan annulus ovalis membentuk tepi, merupakan septum pada jantung embrio.
b.      Ventrikel dekstra: berhubungan dengan atrium kanan melalu osteum atrioventrikuler dekstrum dan dengan traktus pulmonalis melalui osteum pulmonalis. Dinding ventrikel kanan jauh lebih tebal dari atrium kanan pulmonalis. Dinding ventrikel kanan jauh lebih tebal dari atrium kanan.
1)      Valvula trikuspidalis: melindungi osteum atrioventikuler, dibentuk oleh lipatan endocardium disertai sedikit jaringan fibrosa, terdiri dari tiga lipatan endocardium disertai sedikit jaringan fibrosa, terdiri dari tiga kuspis atau saringan (anterior, septalis, dan inferior). Basis kuspis melekat pada cincin fibrosa rangka jantung. Bila ventrikel berkontraksi M. papilaris berkontraksi mencegah agar kuspis tidak terdorong ke atrium dan terbalik waktu tekanan intraventrikuler meningkat.
2)      Valvula pulmunalis: melindungi osteum pulmonalis, terdiri dari semilunaris arteri pulmonalis, dibentuk oleh lipatan endocardium disertai sedikit jaringan fibrosa. Mulut muara kuspis arahnya ke atas, ke dalam trunkus pulmonalis. Selama sistolik ventrikel katup kuspis tertekan pada dinding trunkus pulmonalis oleh darah yang keluar. Selama diastolic, darah mengalir kembali ke jantung masuk ke sinus. Katup kuspis terisi dan menutup osteum pulmonalis.
c.       Atrium sinistra: terdiri dari rongga utama dan aurikula, terletak di belakang atrium kanan, membentuk sebagian besar basis (fascies posterior), dibelakang atrium sinistra terdapat sinus oblig pericardium serosum dan pericardium fibrosum. Bagian dalam atrium sinistra halus dan bagian aurikula mempunyai rigi otot seperti aurikula dekstra. Muara atrium sinistra vena pulmonalis dari masing-masing paru bermuara pada dinding posterior dan mempunyai valvula osteum atrioventrikular sinistra, dilindungi oleh valvula mitralis.
d.      Ventrikel sinistra: ventrikel kiri berhubungan dengan atrium sinistra melalui osteum atrioventrikuler sinistra dan dengan aorta melalui osteum aorta. Dinding ventrikel sinistra tiga kali lebih tebal dari ventrikel kanan. Tekanan darah intraventrikuler kiri enam kali lebih tinggi disbanding tekanan dari ventrikel dekstra.
1)      Valvula mitralis (bikuspidalis): melindungi osteum atrioventrikular terdiri atas dua kuspis (kuspis anterior dan kuspis posterior). Kuspis anterior lebih besar terletak antara osteum atrioventrikular dan aorta.
2)      Valvula semilunaris aorta: melindungi osteum aorta strukturnya sama dengan valvula semilunaris arteri pulmonalis. Salah satu kuspisnya terletak pada dinding anterior dan dua terletak pada dinding posterior di belakang kuspis. Dinding aorta membentuk sinus aorta anterior merupakan asal arteri koronaria dekstra. Sinus posterior sinistra merupakan asal arteri koronaria sinistra.
Peredaran darah jantung:
a.    Arteri koronaria kanan: berasal dari sinus anterior aorta berjalan ke depan antara trunkus pulmonalis dan aurikula dekstra, memberikan cabang-cabang ke atrium dekstra dan ventrikel desktra. Pada tepi inferior jantung menuju sulkus atrioventrikularis untuk beranastomosis dengan arteri koronaria kiri memperdarahi ventrikel dekstra.
b.    Arteri koronaria kiri: lebih besar dari arteri koronaria dekstra, dari sinus posterior aorta sisintra berjalan ke depan antara trunkus pulmonalis dan aurikula kiri masuk ke sulkus atrioventrikularis menuju ke apeks jantung memberikan darag untuk ventrikel dekstra dan septum interventrikularis.
c.    Aliran vena jantung: sebagian darah dari dinding jantung mengalir ke atrium kanan melalui sinus koronarius yang terletak di bagian belakang sulkus atrioventrikularis merupakan lanjutan dari V. kardiak magna yang bermuara ke atrium dekstra sebelah kiri vena kava inferior. V. kardiak minimae dan media merupakan cabang sinus koronarius, sisanya kembali ke atrium dekstra melalui vena kardiak anterior, melalui vena kecil langsung ke ruang-ruang jantung.
Jantung dipersarafi oleh serabut simpatis dan parasimpatis system saraf otonom melalui pleksus kardiakus.Saraf simpatis berasal dari trunkus simpatikus bagian servikal dan torakal bagian atas dan saraf simpatis berasal dari nervus vagus. Serabut eferen post-ganglion berjalan ke nodus sinus atrialis dan nodus atrioventrikularis tersebar ke bagian jantung yang lain. Serabut aferen berjalan bersama nervus vagus berperan sebagai refleks kardiovaskuler, berjalan bersama saraf simpatis.

2.      Pembuluh Darah
Pembuluh darah adalah prasarana jalan bagi aliran darah ke seluruh tubuh.Saluran darah ini merupakan system tertutup dan jantung sebagai pemompa darah.Fungsi pembuluh darah adalah mengangkut (transportasi) darah dari jantung ke seluruh bagian tubuh dan mengangkut kembali darah yang sudah dipakai kembali ke jantung.Fungsi ini disebut sirkulasi darah.Selain darah itu juga darah mengangkut gas-gas, zat makanan, sisa metabolisme, hormone, antibodi, dan keseimbangan elektrolit.
Pembuluh darah terdiri atas arteri dan vena.Arteri berhubungan langsung dengan vena pada bagian kapiler dan venula yang dihubungkan oleh bagianendotheliumnya.
Arteri dan vena terletak bersebelahan.Dinding arteri lebih tebal dari pada dinding vena.Dinding arteri dan vena mempunyai tiga lapisan yaitu lapisan bagian dalam yang terdiri dari endothelium, lapisan tengah yang terdiri atas otot polos dengan serat elastis dan lapisan paling luar yang terdiri atas jaringan ikat ditambah dengan serat elastis.Cabang terkecil dari arteri dan vena disebut kapiler.Pembuluh kapiler memiliki diameter yang sangat kecil dan hanya memiliki satu lapisan tunggalendothelium dan sebuah membran basal.
Perbedaan struktur masing-masing pembuluh darah berhubungan dengan perbedaan fungsional masing-masing pembuluh darah tersebut.
Pembuluh darah terbagi menjadi:
a.      Pembuluh Darah Arteri
1)      Tempat mengalir darah yang dipompa dari bilik
2)      Merupakan pembuluh yang liat dan elastis
3)      Tekanan pembuluh lebih kuat dari pada pembuluh balik
4)      Memiliki sebuah katup (valvula semilunaris) yang berada tepat di luar jantung
Terdiri atas:
a)      Aorta yaitu pembuluh dari bilik kiri menuju ke seluruh tubuh
b)      Arteriol yaitu percabangan arteri
c)      Kapiler
5)      Dindingnya terdiri atas 3 lapis yaitu :
a)      Lapisan bagian dalam yang terdiri atas Endothelium
b)      Lapisan tengah terdiri atas otot polos dengan Serat elastis
c)      Lapisan terluar yang terdiri atas jaringan ikat Serat elastis
b.      Pembuluh Balik (Vena)
1)      Terletak di dekat permukaan kulit sehingga mudah di kenali
2)      Dinding pembuluh lebih tipis dan tidak elastis.
3)      Tekanan pembuluh lebih lemah di bandingkan pembuluh nadi
4)      Terdapat katup yang berbentuk seperti bulan sabit (valvula semi lunaris) dan menjaga agar darah tak berbalik arah.
5)      Terdiri dari :
a)      Vena cava superior yang bertugas membawa darah dari bagian atas tubuh menuju serambi kanan jantung.
b)      Vena cava inferior yang bertugas membawa darah dari bagian bawah tubuh ke serambi kanan jantung.
c)      Vena cava pulmonalis yang bertugas membawa darah dari paru-paru ke serambi kiri jantung.

2.      FISIOLOGI SISTEM KARDIOVASKULER
1.      Hemodinamika Jantung
Pengaturan tekanan darah lebih cenderung diperankan oleh adanya perubahan-perubahan tekanan osmotic dan tekanan hidrostatik baik intravaskuler maupun ekstravaskuler. Peran utama dilakukan oleh kadar natrium yang secara langsung memengaruhi nilai osmotic cairan, sehingga akan memengaruhi proses sekresi aldosterone dan hormone antidiuretic. Selanjutnya hormone tersebut memengaruhi volume darah dan tekanan darah.
Perubahan tekanan osmotic dan hidrostatik juga memengaruhi tekanan darah.Pengaruh langsung peningkatan volume darah oleh suatu tindakan pemberian cairan intravena, pada peristiwa perdarahan, mampu mempertahankan tekanan darah dalam batas normal.Dalam mengatur tekanan darah, system hemodinamik diperankan oleh adanya perubahan tekanan osmotic dan tekanan hidrostatik baik intravaskuler maupun ekstravaskuler. Peran utama oleh kadar natrium yang secara langsung memengaruhi nilai osmotic cairan, sehingga memengaruhi proses sekresi aldosterone dan hormone antidiuretic. Selanjutnya kedua hormone ini akan memengaruhi volume darah dan tekanan darah.
2.      Elektrofisiologi Jantung
Aktifitas listrik jantung merupakan akibat dari perubahan permeabilitas membrane sel yang memungkinkan pergerakan ion-ion melalui membrane tersebut.Dengan masuknya ion-ion maka muatan listrik sepanjang membrane ini mengalami perubahan yang relative. Terdapat tiga macam ion yang mempunyai fungsi penting  dalam elektrofisiologis sel yaitu kalium (K), natrium (Na), dan kalsium (Ca). Kalium lebih banyak terdapat di dalam sel, sedangkan kalsium dan kalium lebih banyak terdapat diluar sel.
      Dalam keadaan istirahat sel-sel otot jantung mempunyai muatan positif di bagian luar sel dan muatan negative di bagian dalam sel. Ini dapat dibuktikan dengan galvanometer.Perbedaan muatan bagian luar dan bagian dalam sel disebut resting membrane potensial. Bila sel dirangsang akan terjadi perubahan muatan dalam sel menjadi positif, sedangkan di luar sel menjadi negative. Proses terjadinya perubahan muatan akibat rangsangan dinamakan depolarisasi. Setelah rangsangan sel berusaha kembali pada keadaan muatan semula proses ini dinamakan repolariasi. Seluruh proses tersebut dinamakan aksi potensial.
Aksi potensial terjadi disebabkan oleh rangsangan listrik, kimia, mekanik, dan termis. Aksi potensial dibagi dalam lima fase.
a.    Fase istirahat
Bagian luar sel jantung bermuatan positif dan bagian dalam bermuatan negative (polarisasi). Membran sel lebih permeable terhadap kalium daripada natrium sehingga sebagian kecil kalium merembes ke luar sel. Dengan hilangnya kalium maka bagian dalam sel menjadi relative negative.
b.    Fase depolarisasi (cepat)
Disebabkan oleh meningkatnya permeabilitas membrane terhadap natrium, sehingga natrium menglir dari luar ke dalam.Akibatnya, muatan di dalam sel menjadi positif sedangkan diluar sel menjadi negative.
c.    Fase polarisasi parsial
Segera setelah terjadi depolarisasi terdapat sedikit perubahan akibat masuknya kalsium ke dalam sel, sehingga muatan positif di dalam sel menjadi berkurang.
d.    Fase plato (keadaan stabil)
Fase depolarisasi diikuti keadaan stabil yang agak lama sesuai dengan masa refraktor absolut dari miokard.Selama fase ini tidak terjadi perubahan muatan listrik.Terdapat keseimbangan antara ion positif yang masuk dan yang ke luar.Aliran kalsium dan natrium ke dalam sel perlahan-lahan diimbangi dengan keluarnyakalium dari dalam sel.
e.    Fase repolarisasi (cepat)
Pada fase ini muatan kalsium dan natrium secara berangsur-angsur tidak mengalir lagi dan permeabilitas terhadp kalium sangat meningkat sehingga kalium keluar dari sel dengan cepat.Akibatnya muatan positif dalam se menjadi sangat berkurang sehingga pada akhir muatan di dalam sel menjadi relative negative dan muatan di luar sel relative positif.
3.      Mekanisme Jantung sebagai Pompa
Pada tiap siklus jantung terjadi systole dan diastole secara berurutan dan teratur dengan adanya katup jantung yang terbuka dan tertutup.Pada saat itu jantung dapat bekerja sebagai suatu pompa sehingga darah dapat beredar ke seluruh tubuh.Selama satu siklus kerja jantung terjadi perubahan tekanan di dalam rongga jantung sehingga terdapat perbedaan tekanan.Perbedaan ini menyebabkan darah mengalir dari rongga yang tekanannya lebih tinggi ke tekanan yang lebih rendah.
a.    Fungsi atrium sebagai pompa
Dalam keadaan normal darah mengalir terus dari vena-vena besar ke dalam atrium.Kira-kira 70% aliran ini langsung mengalir dari atrium ke ventrikel walaupun atrium belum berkontraksi.Kontraksi atrium mengadakan pengisian tambahan 30% karena atrium berfungsi hanya sebagai pompa primer yang meningkatkan efektivitas ventrikel sebagai pompa.Kira-kira 30% tambahan efektivitas, jantung terus dapat bekerja dengan sangat memuaskan dalam keadaan istirahat normal.
b.    Fungsi ventrikel sebagai pompa
1)      Pengisian ventrikel
Selama systole ventrikel, sejumlah darah tertimbun dalam atrium karena katub atrium ke ventrikel tertutup. Tepat setelah sistolik berakhir tekanan ventrikel turun kembali  sampai ke tekanan diastolic yang rendah. Tekanan pada atrium yang tinggi dengan segera mendorong katub antara atrium dan ventrikel membuka dan memungkinkan darah mengalir dengan cepat ke dalam ventrikel.Ini dinamakan periode pengisian cepat ventrikel.Periode pengisia berlangsung kira-kira 1/3 pertama diastolic.Selama 1/3 tengah diastolic darah sedikit mengalir ke ventrikel.Darah yangterus masuk ke dalam atrium dari vena-vena dan berjalan melalui atrium langsung ke ventrikel.
2)      Pengosongan ventrikel selama systole
Bila kontraksi ventrikel mulai, tekanan ventrikel meningkat dengan cepat, menyebabkan katub atrium dan ventrikel menutup. Diperlukan penambahan 0,02-0,03 detik bagi ventrikel untuk meningkatkan tekanan yang cukup untuk mendorong katup-katup semilunaris aorta dan semilunaris arteri pulmonalis, membuka melawan tekanan dalam aorta dan arteri pulmonalis. Selama periode ini terjadi kontraksi pada ventrikel tetapi tidak terjadi pengosongan.Periode ini dinamakan periode kontraksi sistemik.
3)      Periode ejeksi
Bila tekanan ventrikel kiri meningkat sedikit di atas 80mmHg, tekanan ventrikel dekstra sedikit di atas 8 mmHg, tekanan ventrikel sekarang mendorong membuka katup semilunaris segera darah mulai dikeluarkan dari ventrikel. Sekitar 60% terjadi pengosongan selama ¼ pertama systole, dan 40% sisanya dikeluarkan selaa 2/4 berikutnya, ¾ bagian systole ini dinamakan periode ejeksi.
4)      Diastole
Selama ¼ terakhir diastole ventrikel hampir tidak ada aliran darah dari vetrikel masuk ke arteri besar walaupun otot ventrikel tetap berkontraksi.
5)      Periode Relaksasi Isometrik (isovolemik)
Pada akhir systole relaksasi ventrikel mulai dengan tiba-tiba, mungkin tekanan dalam ventrikel turun dengan cepat. Peningkatan tekanan dalam arteri besar tiba-tiba mendorong darah kembali kea rah ventrikel, menimbulkan bunyi penutupan katup aorta dan pulmonal dengan keras selama 0,03-0,06 detik. Selanjutnya otot ventrikel relaksasi dan tekanan dalam ventrikel turun dengan cepat kembali ke tekanan diastole yang sangat rendah.Katup atrium dan ventrikel membuka mengawali siklus pompa ventrikel yang baru.
Selama diastole, pengisian ventrikel dalam keadaan normal meningkatkan volume setiap ventrikel sekitar 120-130 ml. Volume ini dinamakan volume akhir diastolic.Pada waktu ventrikel kosong selama systole, volume berkurang kira-kira 70 ml, dinamakan isi sekuncup.Volume yang tersisa dalam tiap-tiap ventrikel sekitar 50-60 ml dinamakan volume akhir sistolik.
Katup trikuspidalis dan katup bikuspidalis mencegah pengaliran balik darah dari ventrikel ke atrium selama systole.Katup semilunaris aorta dan katup semilunaris arteri pulmonalis mencegah alirab balik dari aorta dan arteri pulmonalis ke dalam ventrikel selama periode diastole. Semua katup ini membuka dan menutup secara pasif yaitu akan menutup bila selisih tekanan yang membalik mendorong darah kembali dan membuka bila selisih tekanan ke depan mendorong darah kea rah depan.
Seseorang yang seang istirahat jantungnya memompakan darah 4-6 liter/menit, Dalam keadaan kerja berat mungkin diperlukan pemompaan darah sebanyak 5 kali dari jumlah tersebut. Dua cara dasar pengaturan kerja pemompaan jantung.
a)      Autoregulasi intrinsic pemompaan akibat perubahan volume darah yang mengalir ke dalam jantung. Hukum Frank dan Starling: Makin banyak jantung terisi selama diastole makin besar jumlah darah dipompakan ke dalam aorta. Dalam batas fisiologis, jantung memompakan semua darah yang masuk ke dalam jantung tanpa mungkin terjadinya bendungan darah yang berlebihan dalam vena. Bila ventrikel terisi oleh tekanan atrium yang lebih tinggi kekuatan kontaksi jantung meningkat, menyebabkan jantung memompakan darah dalam jumlah yang lebih besar ke dalam arteri.
b)      Refleksyang mengawasi kecepatan dan kekuatan kontraksi jantung melalui saraf otonom. Saraf ini memengaruhi daya pompa jantung melalui dua cara, yaitu dengan mengubah frekuensi jantung dan mengubah kekuatan kontraksi jantung.     

4.      Pembuluh Darah Arteri, Vena, dan Sistem Kapiler
a.       Arteri
Arteri atau pembuluh darah nadi merupakan pembuluh darah yang keluar dari jantung yang membawa darah ke seluruh tubuh dan alat tubuh.Pembuluh darah yang paling besar keluar dari ventrikel sinistra, disebut aorta.Arteri mempunyai dinding yang tebal dan kuat tetapi mempunyai sifat yang sangat elastis, terdiri dari tiga lapisan:
1)      Tunika intima (interna): lapisan yang paling dalam, berhubungan dengan darah, terdiri dari lapisan endothelium dan jaringan fibrosa.
2)      Tunika media: lapisan tengah yang terdiri dari jaringan otot polos sifatnya sangat elastis, mempunyai sedikit jaringan fibrosa, karena susunan otot tunika ini arteri dapat berkontraksi dan berdilatasi.
3)      Tunika eksterna (adventitia): lapisan yang paling luar terdiri dari jaringan ikat gembur untuk memperkuat dinding arteri, jaringan fibrotic yang elastis.
Arteri mendapat darah dari pembuluh darah halus yang mengalir di dalanya, berfungsi memberi nutrisi pada pembuluh tersebut yang disebut vosa vasorum.Arteri dapat berkontraksi dan berdilatasi disebabkan pengaruh susunan saraf otonom.
b.      Vena
Pembuluh darah vena merupakan kebalikan dari pembuluh darah arteriyang membawa darah dari alat-akat tubuh masuk ke jantung. Bentuk dan susunannya hampir sama denga arteri. Katup pada vena terdapat di sepanjang pembuluh darah untuk mencegah darah tidak kembali lagi ke sela atau jaringan.Vena yang terbesar adalah vena pulmonalis. Vena mempunyai cabang yaitu venolus, selanjutnya menjadi kapiler.
c.       Sistem Kapiler
Kapiler adalah pembuluh darah yang sangat kecil sehingga disebut juga pembuluh rambut. Pada umumnya kapiler-kapiler meliputi sel-sel jaringan karena secara langsung berhubungan dengan sel. Kapiler terdiri dari:
1)      Kapiler arteri, tempat berakhirnya arteri. Makin kecil arteriol, makin hilang lapisan dinding dari arteri sehingga pada kapiler arteri lapisan dinding hany menjadi satu lapisan yaitu lapisan endothelium. Lapisan yang sangat tipis ini memungkinkan cairan darah/limfe merembes keluar membentuk cairan jaringan, membawa air, mineral dan zat makanan melalui pertukaran gas antara pembuluh kapiler dengan jaringan sel. Kapiler juga menyediakan oksigen dan menyingkirkan karbondioksida.
2)      Kapiler vena, lapisannya hampir sama dengan kapiler arteri. Fungsinya adalah membawa zat sisa yang tidak terpakai oleh jaringan sel berupa zat ekskresi dan karbondioksida. Darah dibawa keluar dari tubuh melalui venolus, vena dan seterusnya keluar tubuh melalui tiga proses yaitu pernapasan, keringat dan feses.
Fungsi kapiler:
1)    Sebagai penghubung antara pembuluh darah arteri dan vena.
2)    Tempat terjadinya pertukaran zat antara darah dan cairan jaringan.
3)    Mengambil hasil dari kelenjar.
4)    Menyerap zat makanan yang terdapat dalam usus.
5)    Menyaring darah yang terdapat di ginjal.
Pintu masuk ke kapiler dilingkari oleh sfingter yang terbetuk dari otot polos. Bila sfingter ini terbuka, darah memasuki kapiler dan bila sfingter ini tertutup, darah langsung dari arteriole ke venolus dan tidak melalui kapiler. Tekanan darah pada kapiler arteri bekurang sampai 30 mmHg, sesampai di ujung kapiler vena menjadi 10 mmHg. Tekanan kapiler akan meningkatkan bila arteriole berdilatasi dan sfingter kapiler relaksasi, sehingga darah banyak masuk ke dalam kapiler.
Kapiler membuka dan menutup dengan kecepatan 6-12 kali/menit. Relaksasi kapiler terjadi sebagai respons terhadap setiap peningkatan jumlah karbon dioksida dan asam laktat dalam darah atau penurunan yang terjadi pada kadar oksigen. Relaksasi tersebut menimbulkan banyak darah mencapai jaringan bila terjadi peningkatan aktvitas metabolic. Sfingter kapiler yang menuju ke kulit berelaksasi sebagai respons teradap peningkat suhu tubuh dan peningkatan sirkulasi melalui kapiler karena turunnya suhu tubuh.
Mekanisme pergeseran cairan kapiler mengatur tekanan darah. Di samping mekanisme saraf dan hormonal untuk mengatur tekanan arteri dengan cepat, mekansime intrinsic dari sirkulasi juga membantu mengatur tekanan arteri. Biasanya mekanisme pergeseran cairan kapiler mulai bekerja dalam beberapa menit dan berfungsi penuh dalam beberapa jam. Ini meurpakan mekanisme perpindahan cairan kapiler yaitu perubahan tekanan arteri disertai dengan perubahan tekanan kapiler yang menyebabkan cairan mulai bergerak melintasi membrane kapiler diantara darah dengan ruangan cairan interstisial.
Jiak tekanan arteri naik terlalu tinggi mengakibatkan hilangnya cairan melalui kapiler ke dalam ruangan interstisial, menyebabkan volume darah turun. Dengan demikian tekanan arteri kembali normal. Sebaliknya bila tekanan turun terlalu rendah, cairan diabsorpsi ke dalam darah dan peningkatan volume cairan akan menaikkan kembali tekanan menjadi normal.
5.      Tekanan Darah dan Sistem Regulasi
Selisih antara tekanan sistolik dan diastolic disebut tekanan (pulse pressure). Misalnya, tekanan sistolik 120 mmHg dan tekanan diastolic 80 mmHg, maka tekanan nadi sama dengan 40 mmHg. Tekanan darah umumnya tidak selalu tetap, berubah dari waktu ke waktu sesuai dengan keadaan kesehatan. Tekanan nadi juga  akan berubah selaras dengan perubahan tekanan darah seseorang. Perubahan tekanan nadi dipengaruhi oleh factor yang memengaruhi tekanan darah. Misalnya, pengaruh usia dan penyakit arteriosclerosis. Pada keadaan arteriosclerosis elastisitas pembuluh darah berkurang dan bahkan menghilang sama sekali, sehingga tekanan nadi meningkat.
Tekanan darah sangat penting dalam system sirkulasi darah dan selalu diperlukan untuk daya dorong mengalirkan darah di dalam arteri, arteriola, kapiler dan system vena sehingga terbentuk aliran darah yang menetap. Jantung bekerja sebagai pemompa darah dapat memindahkan darah dari pembuluh vena ke pembuluh arteri pada system sirkulasi tertutup. Aktivitas pompa jantung berlangsung dengan cara mengadakan kontraksi dan relaksasi, sehingga menimbulkan perubahan tekanan darah dalam system sirkulasi.
Pada perekaman tekanan di dalam siste arteri, tampak kenaikan tekanan arteri sampai pada puncaknya sekitar 120 mmHg. Tekanan ini disebut tekanan systole, kenaikan ini menyebabkan aorta mengalami distensi sehingga tekanan di dalamnya turun sedikit. Pada saat diastole, ventrikel tekanan aorta cenderung menurun sampai dengan 80 mmHg. Tekanan ini dalam pemeriksaan disebut dengan tekanan diastolic. Dengan adanya perubahan ini pada siklus jantung, inilah yang menyebabkan terjadinya aliran darah di dalam system sirkulasi tertutup pada tubuh manusia.

3.      BIOFISIKA PADA SISTEM KARDIOVASKULER
a.      Listrik Jantung
Jantung sebenarnya tergantung dalam suatu medium konduktif. Bila satu bagian ventrikel menjadi elekronegatif bila dibandingkan dengan sisanya, arus listrik mengalir dari daerah berdepolarisasi ke daerah berpolarisasi dalam jalur memutar besar.
Selama sisa siklus depolarisasi arus listrik terus mengalir dalam arah dari basis jantung menuju ke apeks, sewaktu impuls menyebar dari permukaan endokarnial ke luar melalui otot ventrikel.
Dalam membuat perekaman elektrokardiografik, digunakan bermacam-macam posisi standar untuk penempatan elekktroda dan positif atau negatifnya polaritas rekaman selama setiap siklus jantung ditentukan oleh orientasi elektroda dengan mengingat aliran arus di dalam jantung . beberapa sistem elektroda konvensional yang biasanya disebut sandapan elektrokardiografik.
b.      Konduksi Jantung
Di dalam otot jantung terdapat jaringan khusus yang menghantarkan aliran listrik. Jaringan tersebut mempunyai sifat-sifat yang khusus,yaitu :
a.    Otomatisasi,kemampuan untuk menimbulkan impuls secara spontan.
b.    Irama,kemampuan membentuk impuls yang teratur.
c.    Daya konduksi,kemampuan untuk menyalurkan impuls.
d.    Daya rangsang,kemampuan untuk bereaksi terhadap rangasang.
Berdasarkan sifat-sifat tersebut di atas,maka secara spontan dan teratur jantung akan menghasilkan impuls-impuls yang di salurkan melalui sistem hantaran untuk merangsang otot jantung dan bisa menimbulkan kontraksi otot. Perjalanan impuls di mulai dari nodus SA ke nodus AV,sampai ke serabut purkinye.
Di dinding atrium kanan terdapat nodus sinoatrial (SA). Sel-sel dari nodus SA memiliki otomatisasi. Karena nodus SA secara normal melepaskan impuls dengan kecepatan lebih cepat dari pada sel jantung lain dengan otomatisasi 60-100 denyut/menit. Jaringan khusus ini bekerja sebagai pemacu jantung normal. Pada bagian bawah septum interatrial terdapat nodus atrioventrikuler(AV).Jaringan ini bekerja untuk menghantarkan,memperlambat,potensial aksi atrial sebelum ia mengirimnya ke ventrikel. Potensial aksi mencapai nodus AV pada waktu yang berbeda. Nodus AV memperlambat hantaran dari potensial aksi ini sampai semua potensial aksi telah di keluarkan atrium dan memasuki nodus AV.
c.       Viskositas Pembuluh Jantung
Tahanan terhadap aliran darah ditentukan tidak hanya oleh jari-jari pembuluh darah tetapi juga oleh viskositas darah. Plasma kira-kira 1,8 kali lebih kental dibanding air, sedangkan darah 3-4 kali lebih kental dibanding air. Jadi viskositas bergantung sebagian besar pada hematokrit yaitu persentase volume darah yang ditempati oleh sel darah merah.  Efek viskositas in vivo menyimpang dari yang diperkirakan oleh rumus Poiseuille-Hagen.Di pembuluh besar, peningkatan hematokrit mwenyebabkan peningkatan viskositas yang cukup besar. Namun dipembuluh yang diameter lebih kecil, yaitu di arteriol, kapiler dan venula, viskositas berubah lebih sedikit per satuan perubahan hematokrit dibandingkan perubahan viskositas di pembuluh besar. Hal ini karena perbedaan pada sifat aliran yang melalui pembuluh kecil. Oleh sebab itu perubahan nettoviskositas persatuan perubahan hematokrit jauh lebih kecil ditubuh dibandingkan perubahannya secara invitro. Hal inilah yang menyebabkan mengapa perubahan hematokrit memiliki pengaruh yang relatif kecil pada tahanan perifer kecuali pada berubahan tersebut besar. Pada polisitemia berat, peningkatan tahannan jelas meningkatkan kerja jantung. Sebaliknyan, pada anemia, tahanan perifer manurun, sebagai akibat penurunan viskositas. Tentu saja penurunan hemoglobin menurunkan kemampuan darah mengangkut O2, tetapi perbaikan aliran darah viskositas relatif.

4.      BIOKIMIA PADA SISTEM KARDIOVASKULER
Struktur dan Fungsi Enzim
Analisa enzim jantung dalam plasma merupakan bagian dari profil diagnostic, yang meliputi riwayat, gejala, dan elektrokardiogram, untuk mendiagnosa infark miokard. Enzim dilepaskan dari sel bila sel mengalami cedera dan membrannya pecah. Kebanyakan enzim tidak spesifik dalam hubungannya dengan organ tertentu yang rusak. Namun berbagai isoenzim hanya dihasilkan oleh sel miokardium dan dilepaskan bila sel mengalami kerusakan akibat hipoksia lama dan mengakibatkan infark. Isoenzim bocor ke rongga interstisial miokardium dan kemudian di angkut ke peredaran darah umum oleh system limfa dan peredaran koronaria, mengakibatkan peningkatan kadar dalam darah.
Struktur enzim:
Enzim umumnya merupakan protein globular dan ukurannya berkisar dari hanya 62 asam amino pada monomer 4-oksalokrotonat tautomerase, sampai dengan lebih dari 2.500 residu pada asam lemak sintase. Terdapat pula sejumlah kecil katalis RNA, dengan yang paling umum merupakanribosom; Jenis enzim ini dirujuk sebagai RNA-enzim ataupun ribozim. Aktivitas enzim ditentukan oleh struktur tiga dimensinya (struktur kuaterner). Walaupun struktur enzim menentukan fungsinya, prediksi aktivitas enzim baru yang hanya dilihat dari strukturnya adalah hal yang sangat sulit.
Kebanyakan enzim berukuran lebih besar daripada substratnya, tetapi hanya sebagian kecil asam amino enzim (sekitar 3–4 asam amino) yang secara langsung terlibat dalam katalisis. Daerah yang mengandung residu katalitik yang akan mengikat substrat dan kemudian menjalani reaksi ini dikenal sebagai tapak aktif. Enzim juga dapat mengandung tapak yang mengikatkofaktor yang diperlukan untuk katalisis. Beberapa enzim juga memiliki tapak ikat untuk molekul kecil, yang sering kali merupakan produk langsung ataupun tak langsung dari reaksi yang dikatalisasi. Pengikatan ini dapat meningkatkan ataupun menurunkan aktivitas enzim. Dengan demikian ia berfungsi sebagai regulasi umpan balik.






























BAB III
PENUTUP

A.   Simpulan
Sistem kardiovaskular terdiri dari darah, jantung dan pembuluh darah . Jantung terletak di tulang iga mediastium dirongga dada. 2/3nya  terletak dibagian  kiri, 1/3nya terletak dibagian  kanan dann garis tengah tubuh. Proyeksi jantung  kanan secara  visual  pada permukaan anterior adalah dibawah sternum dan  tulang iga.
Jantung merupakan organ muskular berongga yang bentuknya mirip piramid dan terletak di dalam perikardium di mediastinum. Jantung memiliki tiga permukaan : facies sternocostalis, diaphragmatica, dan basis cordis. Jantung dibagi oleh septa vertikal menjadi empat ruang: atrium dextrum, atrium sinistrum, ventriculus dexter, dan ventriculus sinister.
B.   Saran
Dalam pebuatan makalah ini juga kami menyadari bahwa dalam pembuatan makalah masih terdapat banyak kesalahan, kekurangan serta kejanggalan baik dalam penulisan maupun dalam pengonsepan materi. Utnuk itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar kedepan lebih baik dan kami berharap kepada semua pembaca mahasiswa khususnya, untuk lebih ditingkatkan dalam pembuatan makalah yang akan datang.













DAFTAR PUSTAKA

Syaifuddin.2011.Anatomi Fisiologi Kurikulum Berbasis Kompetensi untuk Keperawatan dan Kebidanan Edisi 4.Jakarta: EGC
Brunner&Suddarth.2001.Buku Ajar Kaperawatan Madikal Bedah Edisi 8.Jakarta : EGC
Guyton,Arthur C.2007.Buku Ajar Fisiologi Kedokteran.edisi 1.Jakarta : EGC

Tidak ada komentar:

Posting Komentar