Minggu, 26 Februari 2017

Materi Adaptasi Psikologi



ADAPTASI PSIKOLOGI
Adaptasi psikologi merupakan proses penyesuaian secara psikologi akibat stresor yang ada, dengan memberikan mekanisme pertahanan dari dengan harapan dapat melindungi atau bertahan diri dari serangan atau hal-hal yang tidak menyenangkan. Dalam adaptasi secara psikologis terdapat dua cara untuk mempertahankan diri dari berbagai stresor yaitu dengan cara melakukan koping atau penanganan diantaranya berorientasi pada tugas (task oriented) yang dikenal dengan problem solving strategi dan ego oriented atau mekanisme pertahanan diri.

Adaptasi Psikologis
Emosi kadang dikaji secara langsung atau tidak langsung dengan mengamati perilaku klien. Stress mempengaruhi kesejahteraan emosional dalam berbagai cara. Ketiga karakteristik ini adalah media terhadap stress, meliputi rasa kontrol terhadap peristiwa kehidupan, komitmen terhadap aktivitas yang berhasil, dan antisipasi dari tantangan sebagai suatu kesempatan untuk pertumbuhan (Wiebe dan Williams, 1992 ; Tarstasky, 1993).
Pada adaptasi psikologi ada tiga tahap yaitu:
1.      tahap alarm reaction adalah tahap awal dari proses adaptasi tahap ini di awali dengan keseimbangan dimana terjadi perubahan psikologis yaitu pengeluaran hormon oleh  hipotalamus yang dapat dapat menyebabkan kelenjar adrenalin yang dapat meningkatkan denyut jantung dan menyebabkan pernafasan menjadi lebih cepat dan dangkal kemudian hipotalamus juga dapat melepaskan hormon ACTH ( adrenol kortikotropik) yang dapat merangsang adrenal untuk mengeluarkan kortikosteroid yang akan mempengaruhi fungsi tubuh.
2.      tahap resistensi( stage of resistance) merupakan tahap kedua dimana tubuh akan melakukan proses penyesuaian dengan mengadakan berbagai perubahan dalam tubuh yang berusaha untuk mengatasi stressor yang ada seperti jantung bekerja lebih keras, untuk mendorong darah yang pekat untuk melewati arteri dan vena yang menyempit.
3.      tahap terakhir ( stage of exhaustion) tahap ini dapat ditandai dengan adanya kelelahan, dan apabila selama proses adaptasi tidak mampu mengatasi stresor yang ada, maka dapat menyebar keseluruh tubuh efeknya dapat menyebabkan kematian tergantung stressor yang ada.

Indikator emosional / psikologi dan perilaku stress :
·         Ansietas
·         Depresi
·         Kepenatan
·         Peningkatan penggunaan bahan kimia
·         Perubahan dalam kebiasaan makan, tidur, dan pola aktivitas
·         Perasaan tidak adekuat
·         Kehilangan harga diri
·         Peningkatan kepekaan
·         Kehilangan motivasi
·         Ledakan emosional dan menangis.
·         Penurunan produktivitas dan kualitas kinerja pekerjaan.
·         Kecenderungan untuk membuat kesalahan (mis. buruknya penilaian).
·         Mudah lupa dan pikiran buntu
·         Kehilangan perhatian terhadap hal-hal yang rinci.
·         Preokupasi (mis. mimpi siang hari )
·         Ketidakmampuan berkonsentrasi pada tugas.
·         Peningkatan ketidakhadiran dan penyakit

Macam-Macam Respons Terhadap Stress
Komponen Psikologi
Pemajanan terhadap stresor mengakibatkan respons adaptasi psikologis dan fisiologis. Perilaku adaptif psikologis dapat konstruktif atau destruktif. Perilaku konstruktif membantu individu menerima tantangan untuk menyelesaikan konflik. Sedangkan perilaku destruktif mempengaruhi orientasi realitas, kemampuan pemecahan masalah, keperibadian, dan situasi yang sangat berat, kemampuan untuk berfungsi. Perilaku adapatif psikologis juga disebut sebagai mekanisme koping yang dibagi menjadi (2) yaitu :

  •    Taks Oriented Behavior

Perilaku berorientasi tugas mencakup penggunaan kemampuan kognitif untuk mengurangi stress, memecahkan masalah, menyelesaikan konflik dan memenuhi kebutuhan (Stuart & Sundeen, 1991). Perilaku berorientasi tugas memberdayakan seseorang untuk secara realistic menghadapi tuntutan stressor. 
b.      Ego Dependen Mekanisme
Mekanisme pertahanan ego yang pertama kali diuraikan oleh Sigmund Freud adalah perilaku tidak sadar yang memberikan perlindungan psikologis terhadap peristiwa yang menegangkan. Mekanisme ini digunakan oleh setiap orang dan membantu melindungi terhadap perasaan tidak berdaya dan ansietas. Kadang mekanisme pertahanan diri dapat menyimpang dan tidak lagi mampu untuk membantu seseorang dalam mengadaptasi stressor.
Adaptasi psikologis bisa terjadi secara :
a)      Sadar, individu mencoba memecahkan atau menyesuaikan diri dengan masalah
b)      Tidak sadar , menggunakan mekanisme pertahanan diri (defence mechanism)
c)      Menggunakan gejala fisik atau psikofisiologik/psikosomatik.
Apabila seseorang mempunyai kesulitan atau hambatan dalam beradaptasi, baik berupa tekanan, perubahan, maupun ketegangan emosi dapat menimbulkan stress.
Komponen psikologis
Dalam proses adaptasi secara psikologis terhadap dua cara untuk mempertahankan diri yaitu dengan melakukan koping atau mekanisme pertahanan diri.

KOPING
adalah proses yang dilalui oleh induvidu dalam melakukan situasi stressfull. Koping merupakan respon induvidu terhadap situasi yang mengancam dirinya baik fisik maupun psikologik. Koping efektip menghasilkan adaptasi yang menetap yang membiasakan kebiasaan baru dan perbaikan dalam situasi yang lama, sedangkan koping yang tidak efektif berakhir dengan maladaftif yaitu perilaku yang menyimpang dan dapat merugikan diri sendiri orang lain maupun diri sendiri.
koping psikologis
pada umumnya gejala yang ditimbulkan akibat sress psikologis tergantung pada 2 faktor yaitu:
Ø  bagaimana persepsi atau penerimaan induvidu terhadaap stressor artinya seberapa berat ancaman yang dirasakan terhadap induvidu tersebut terhadap stressor yang di terimanya.
Ø  Keefektifan starategi koping yang digunakan oleh induvidu.

Metode koping
Ada 2 metode koping yang digunakan oleh individu dalam mengatasi masalah psikologis seperti yang di temukan oleh bell ( 1977)
Dua metode tersebut antara lain :
a)      metode koping jangka panjang
cara ini adalah konstruktif dan merupakan cara yang efektif dan realitis dalam menangani masalah psikologis untuk kurun waktu yang lama contohnya adalah:
berbicara dengan orang lain ”curhat”, mencoba mencari lebih bannyak tentang masalah yang sedang di hadapi, melakukan latihan pisik untuk mengurangi ketegangan masalah
membuat berbagai anternatif tindakan untuk mengurangi situasi, mengambil pelajara dari peristiwa atau pengalaman masa lalu
b)     metode koping jangka pendek
cara ini digunakan untuk mengurangi ketegangan psikologis tapi efektif bila di gunakan dalam jangka panjang. Contohnya adalah:
menggunakan alkohol atau obat-obatan, melamun dan berfantasi, menangis, banyak tidur, banyak merokok, beralih pad aktifitas lain agar dapat melupakan masalah dll.
pada tingkat keluarga koping yang dilakukan dalam menghadapi masalah seperti yang di temukan oleh Mc cubbin (1979) adalah:
ü  mencari dukungan sosial seperti minta bantuan keluarga, teman-teman
ü  mencari dukungan spritual, berdoa, menemui pemuka agama atau aktif pada pertemuan ibdah dll.




DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar